Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Tuhan


assalaamu'alaikum wr. wb.

Ketika menjelaskan tentang bukti-bukti keberadaan Tuhan, Buya Hamka tidak
merasa perlu berpanjang-panjang dalam penjelasannya, padahal beliau dikenal
sebagai ulama-sastrawan yang piawai merangkai kata. Menurutnya, keberadaan
Tuhan itu terlalu mudah untuk dipahami oleh manusia, siapa pun dia, sehingga
tak perlu dibuktikan kembali. Apa yang sudah terang tak perlu
diterang-terangkan lagi. Pengakuan akan keberadaan Tuhan adalah suatu hal
yang sudah terintegrasi dalam jiwa manusia. Yang jadi masalah justru jika
manusia ngotot hendak meng-uninstall program yang sudah dipasang sejak
dahulu kala dalam dirinya (QS Al A’raf: 172).

Dari sekian banyak manusia keras kepala yang mengingkari dirinya sendiri
ini, tidak ada satu pun yang berhasil sepenuhnya. Ustadz Rahmat Abdullah
rahimahullaah pernah menceritakan tentang seorang mahasiswa yang sepenuh
hatinya merasa bangga dengan ateisme yang dijadikannya sebagai prinsip
hidup. Tuhan itu tak berwujud, katanya. Tuhan itu hanya ada dalam khayal
manusia, katanya. Tapi dalam sebuah demonstrasi menuntut reformasi, ketika
peluru berdesingan di atas kepalanya, ia tiarap juga sambil berteriak, “Ya
Tuhan!” Ternyata pengakuan terhadap Tuhan belum berhasil ia buang dalam
recycle bin hatinya.

Pada akhirnya, kematian adalah pembuktian yang paling nyata. Biarpun sudah
menolak Tuhan dengan berapi-api dan mengklaim bahwa hidupnya adalah miliknya
sendiri, toh akhirnya semua manusia menemui ajal juga. Suka tidak suka,
semua akan mengalaminya. Boleh seenaknya di dunia, tapi akhirnya diseret
juga ke akhirat.

Pasti ada juga yang menolak argumen ini. Kematian hanya membuktikan bahwa
masa hidup manusia telah habis. Tak ada bukti jiwa manusia pergi ke suatu
alam yang lain dengan alam dunia ini. Tak ada bukti bahwa Tuhan itu ada.
Setelah hidup hanya ada kematian, dan di seberang kematian hanya ada
ketiadaan.

Penyangkalan (denial) semacam ini tidaklah melukai siapa pun selain dirinya
sendiri. Berusaha meng-uninstall program yang menjadi pondasi dari jiwa kita
ibarat tanaman yang mencabut akarnya sendiri. Tak bisa membuang programnya,
maka jiwanya sendirilah yang dicampakkan.

Tidak seorang pun manusia yang sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan itu tidak
ada. Tidak Nietzsche (“God is dead”), tidak Karl Marx (“Religion is opium
for the people”), tidak juga Fir’aun (“Aku tidak mengetahui tuhan bagimu
selain aku.”). Ketika ombak hampir menelan tubuhnya, Fir’aun pada akhirnya
dipaksa mengaku juga bahwa ia hanyalah tulang, darah, daging, kulit, dan
rambut. Sayangnya, penyesalan selalu datang terlambat. Meski sudah ke
mana-mana mendakwakan bahwa Tuhan telah mati, pada akhirnya Nietzsche juga
yang mati. Marx, yang punya ‘misi suci’ membebaskan umat manusia dari
‘opium’ yang membelenggu hidup mereka, pada akhirnya mati juga, sementara
mereka yang beriman tetap saja beriman. Merekalah contoh manusia yang gagal
menulis ulang program dirinya, karena sejak awal mereka memang tidak
mengenal kode program yang sesuai.

Tidak ada seorang manusia pun yang sungguh-sungguh beriman akan ketiadaan.
Pada hakikatnya semua manusia diciptakan dengan ego yang pasti akan menolak
klaim bahwa dirinya tidak lebih daripada seekor hewan yang hidup tanpa
tujuan pasti selain makan, berkembang biak dan bertahan hidup. Tak ada juga
manusia yang mau menyamakan dirinya dengan benda mati yang tercipta dan
hancur tanpa konsekuensi bagi dirinya sendiri. Kematianlah yang memberi
makna pada kehidupan, dan kehidupan sesudah matilah yang memberi makna pada
kematian.

Mereka yang percaya bahwa kematian itu ada, tapi kehidupan sesudah mati itu
tidak ada, akan menjalani kehidupan dengan cara yang berbeda dengan kaum
yang beriman. Jika kehidupan di dunia ini adalah satu-satunya yang mereka
miliki, amboi betapa kacaunya dunia ini. Tak ada kebaikan, tak ada kemurahan
hati, tak ada yang saling menolong, tak ada yang saling mendahulukan, dan
tak ada yang saling mencintai. Semua orang hidup untuk dirinya
sendiri-sendiri, memenuhi syahwat perut dan kelaminnya. Mereka memandang
orang lain sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri; jika tak lagi
berguna, maka siapa pun bisa disingkirkan. Demikianlah peradaban manusia
yang ‘tanpa tuhan’.

Dalam peradaban paling biadab sekalipun, iman kepada Tuhan dan kehidupan
akhirat masih tetap ada. Itulah yang menjaga manusia dari perilaku keji dan
haus darah. Jika Allah subhanahu wa ta’ala tidak meng-install program yang
terkoneksi langsung dengan-Nya dalam diri kita (dan juga menciptakan program
lain yang mencegah siapa pun untuk meng-uninstall-nya), maka manusia sudah
sejak dulu punah karena saling bunuh. Sementara binatang yang hanya punya
syahwat tanpa akal saja jika terjepit bisa menjadi kanibal, apalagi manusia
yang bukan hanya punya syahwat, tapi juga punya akal. Hewan buas yang
kanibal hanya akan memangsa sesuai kapasitas lambungnya, sementara manusia
yang ‘kanibal’ akan menciptakan kulkas untuk menyimpan korban-korbannya
dalam jumlah banyak dan museum untuk memamerkan tulang-belulangnya.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Buya Hamka. Beriman kepada Allah itu adalah
hal yang terlalu terang untuk diterang-terangkan. Justru penolakan
terhadap-Nya itulah yang begitu rumit untuk dijelaskan. Itulah sebabnya
mereka yang keras kepala menolak Allah disebut “kafir” yang artinya
“ingkar”. Mereka tak dapat mengubah kenyataan, melainkan hanya
mengingkarinya saja.

Tulisan ini juga di posting oleh saudara satriyo 

wassalaamu'alaikum wr. wb.

Menatap masa depan


Assalaamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman..,
simaklah indah ayat berikut ini, artinya:
“Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia Berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Q.S. Al baqoroh: 133)

Sahabat seiman..,
Lihatlah! Setiapkali mentari bersinar diri ini selalu liar menatap masa depan, mengukir rencana apa yang hendak ia lakukan? seakan ia begitu yakin dengan kedatangannya, seolah ia tak pernah berputus harapan.. seperti pagi ini masing-masing kita pun telah memiliki rencana. Tengoklah potensi kita begitu besar untuk menatap masa depan..

Sahabat seiman..,
Berapa banyak tugas kita hari ini, kapan ia akan diselesaikan, berapa dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, kemana kita akan menuju? Subhanallah! Semua telah terencana begitu rapi.. tetapi apa yang sudah kita perbuat untuk akhirat, seberapa kuat keyakinan kita akan dekat kedatangannya? Bagaimana agenda kita tuk meraihnya? Subhanallah! Ternyata sebenarnya Allah SWT telah mempersiapkan diri ini tuk siap menghadapinya!
 
Sahabat seiman..,
Perhatikanlah baik-baik nasihat Nabi Ya’qub, ia adalah gambaran seseorang yang memiliki visi ke depan, ia bukan saja mampu mempersiapkan masa depannya, tapi juga anak-anaknya.. masih ada waktu tersisa ke depan, mari kita perbaiki rencana, semoga hari ini, esok dan seterusnya akan selalu lebih baik, Selamat beraktifitas! (SaiBah)

Oleh: Abuzar

Minggu, 08 Juni 2008

Membangun Komunitas Link Web

Membangun Komunitas Link Web Indonesia

web indonesia



Ada sebuah Filosofi politik yang mengatakan "Tidak ada teman dan tidak ada musuh yang abadi, yang ada adalah kepentingan bersama" . Mungkin filosofi ini yang meng-ilhami perushaan IBM bekerja sama dengan komunitas open source untuk menghadapi dominasi Microsoft dalam aplikasi sever.

Ter-inspirasi dari filosofi itu dan dari membaca dan berusaha memahami masalah link building dari posting Darren Rowse di problogger.net-nya (12 Tools and Techniques for Building Relationships with Other Bloggers) juga dari membaca ebook link building secret yg saya temukan , maka saya mencoba menarik kesimpulan intinya dan mencoba membangun ide untuk mengajak para blogger Indonesia bersama-sama menciptakan suatu komunitas online bagi blogger indonesia , untuk saling mengenal dan membangun suatu kerjasama win and win bukan win and lose (menang dan menang bukan menang dan kalah) dalam hal traffic , untuk menghadapi apa? yah boleh kalau di bilang untuk menghadapi web-web full komersil yang memiliki budged cukup untuk membeli segala fasilitas mendatangkan traffic , atau paling tidak ini adalah suatu cara untuk berkenalan dan saling mengenal dengan para blogger Indonesia yang lain dan kelak bisa kita jadikan Katalog Pribadi Web/Blog Indonesia.



Yap, ini bicara promosi blog , yang saya rasa lebih efektif di banding sekedar bertukar link lalu memasangnya di sidebar sebagai blogroll, karena umumnya pengunjung blog kita tidak melirik sama sekali link-link dalam blogroll kita.

Oke, yang saya maksud di sini adalah menyebarkan posting saya ini secara berantai, karena posting utama akan paling menjadi perhatian pengunjung blog kita.

Yap ini ajakan suka-rela ,silahkan yang tertarik, dan yang tidak abaikan saja, bagi rekan-rekan senior yang trafficnya sudah tinggi juga silahkan jika ingin berbagi bersama, di bawah ini langkahnya: 1.Buat sebuah posting dengan judul Web Indonesia. 2.Copy-paste seluruh isi posting ini untuk isi posting anda. 3.Pada bagian atas kumpulan kode dalam teks area di atas ,masukan url-judul web anda di bawah url-judul web saya dan menambahkan nomor urut setelah web saya, jadi angka nomor urut anda adalah setelah no urut web saya....dan seterusnya secara berantai. 4.Setelah itu abadikan link url posting misalnya di letakan di sidebar, supaya kelak gampang di cari.

Salah satu tujuan utama saya adalah dalam rangka menyebarkan budaya ngeblog, saling mengenal dan membantu traffic bagi rekan2 pemula .

Anda tidak akan saya curangi untuk memasang anchor text atau link web saya atau web lain-nya, tak ada satu link pun yang menuju alamat web atau blog saya atau lain-nya , tapi hanya sekedar alamat dalam bentuk teks untuk saling mengenal. juga logo web indonesia di atas cuma sekedar logo bersama, tak ada link atau keyword yang saya sisipkan.

Dan jika masih ada pemikiran di akali karena web saya ada di urutan atas dari link anda , maka abaikan tulisan ini.

Jika berjalan lancar, saya rasa cara promosi ini tidak kalah efektif di banding berburu link dan mencari RSS submissions sebanyak banyaknya dengan melelahkan, bahkan RSS atau tukar link banyak kemungkinan link anda akan terhapus karena banyak sebab, tapi posting secara umum akan tetap ada sampai kapanpun .

Dan ini bisa menjadi acuan untuk pelacakan hubungan link secara berantai melalui dari mana anda mendapatkan posting ini.

Hasil dari copy-paste dan penyebaran posting ini seterusnya adalah persis seperti isi posting ini dengan daftar link di bawah logo Web Indonesia yang semakin bertambah.

Jika ingin copy-paste kode HTML secara langsung
klik di sini
(paragraf terakhir ini terserah anda mau di ikutkan atau tidak )